Suatu saat Ustadz Jawa silahturrahim ke Mbah Yai dan diterima
diruang tamu sambil lesehan, didalam ruang tamu tampak beberapa orang yang
datang dengan berbagai keperluan. Ditembok ruang tamu terpajang foto Gus Dur
bersama Mbah Yai saat Gus Dur sowan dan masih menjabat sebagai Presiden RI,
Ustadz Jawa bertanya perihal foto tsb. Mbah Yai bercerita, “ Saat Gur Dur
menjabat Presiden, tanpa konfirmasi lebih dahulu. Tiba-tiba ada mobil panther
memasuki halaman dan keluarlah Gus Dur bersama rombongan yang terdiri dari para
putra Kyai dan beberapa wartawan”. Seperti biasa, Mbah Yai menyambut Gus Dur
dengan akrab diruang tamu. Beberapa
kameramen mulai mengabdikan momen itu dengan jempretan kameranya, tetapi
anehnya, dari sekian banyak kamera, tidak satupun yang bisa digunakan. Mereka
tidak tahu peyebabnya, mereka kebingungan karena yang mereka tahu kamera-kamera
itu tadinya baik-baik saja. Mbah Yai tahu hal itu “ Mas-mas kameranya tidak
berfungsi ya ?”. “ Iya Kyai, tidak tahu
kenapa ”,jawab mereka, “ Tentu saja tidak bisa, kalian kan tadi belum
bersalaman denganku kan ? Lha wong, listriknya disini ”, jawab Kyai sambil
menunjuk telapak tangan kanan beliau, Gus Dur atas nama rombongan meminta maaf
apabila ada ketidaksopanan jama’ahnya kepada Mbah Kyai. Mbah Kyai menjawab, “ Inilah
kehebatan Kyai-kyai Mojopahit, Gus”. Yang disambut dengan tawa para hadirin,
Mbah Yai bertanya lagi “ Sampeyan jauh-jauh kesini itu ada apa, Gus”. Gus Dur
berkata “Kyai saya kesini mau becerita, “dihari kiamat nanti ada seorang
laki-laki yang kecil tubuhnya ( Mbah Yai berkata, Rasa-rasanya aku akan
disindir Gus Dur ini”. Ustadz Jawa dan
tamu tertawa karena kebetulan Mbah Yai ini bertubuh kecil ). Laki-laki ini
divonis masuk surga, maka berjalanlah ia menuju surga. Tiba-tiba datang seorang
wanita memprotes keputusan Alloh itu, ia mengaku sebagai istrinya. Laki-laki
yang menjadi suaminya itu telah menyakiti hatinya karena telah memadu dirinya
dengan wanita lain. Laki-laki itu pun mengakuinya dan diseretlah ia menuju
neraka. Ditengah perjalanan, malaikat yang menyeret laki-laki itu dihadang
seorang perempuan, ia mengaku sebagai istri keduanya, terjadilah perdebatan
sengit antara perempuan itu dengan malaikat. Wanita itu berkata “Hai malaikat,
suamiku ini telah menolongku dengan mengawiniku dari lubang perzinaan, dan
sudah sepantasnya ia masuk surga karena perbuatannya itu, bukan malah
sebaliknya masuk neraka”. Karena tidak ada jalan keluar yang disepakati. Maka
malaikat itu mengadu kepada Alloh. Dan Alloh pun memenagkan perempuan itu lalu
membawanya menuju suraga. Semua tak tahan untuk tertawa apalagi Mbah Yai,
karena semua tahu Mbah Yai mempunyai 4 istri. Akhirnya Gus Dur mendekat pada
Mbah Kyai, “Kyai, orang yang beristri lebih dari satu itu ternyata tidak bisa
masuk neraka”. Semua akhirnya tertawa lepas, ramai kedengarannya tapi tetap
syahdu karena yang tertawa adalah santri-santri yang benar-benar santri bukan
penonton parodi komedi, kata Mbah Yai kepada temannya “ ealah, Presiden
jauh-jauh kok cuma ingin ceita itu doang. Tapi kalau tidak begitu, bukan Gus
Dur namanya.
Kamis, 15 September 2016
Berzina, tidak apa-apa bagi ahli hakekat ?
Suatu
hari Kyai Slamet yang menyamar mendatangi beberapa orang yang sedang berkumpul.
Dilihat dari jauh, orang-orang itu kadang-kadang mendengarkan dengan serius
salah seorang yang lebih tua berbicara. Kadang-kadang mereka tertawa-tertawa.
Setelah Kyai Slamet bergabung, Orangtua yang berumur sekitar 50 an meliriknya
dan terus membicarakan perihal ilmu Hakekat dan berbagai keramat yang dimiliki
pengamalnya. Ternyata orangtua ini adalah salah satu pentolan jama’ah yang
mendalami ilmu Hakekat, ilmu yang sangat tinggi dalam islam. Ia tampak berusaha
agar orang-orang disekitarnya itu bergabung dengan jama’ahnya. Ia menjelaskan
kalau orang Hakekat itu tidak perlu sholat, puasa Ramadhan, dsb. Karena mereka
sudah menemukan Allohnya. Kyai Slamet diam saja, dalam hatinya berkata “ Hilang
kemana Alloh kok sampai ditemukan ??”. Beberapa orang mulai tertarik dengan
ulasan orangtua itu, yang akrab dipanggil abah. Apalagi ketika Abah
menceritakan pengalaman-pengalamannya berzina dengan beberapa wanita.
Orang-orang matanya berbinar-binar sambil tertawa-tawa. Kyai Slamet bertanya, “Lho, Bah Berzina kan tidak
boleh ?”. Si Abah melotot lalu berkata “ Kalau sampeyan tidak tahu ilmunya maka
itu zina namanya ” Kyai Slamet binggung, ilmu apaan yang bisa merubah haram
jadi halal, kalau urusan begituan ?”. Abah menjawab, “ Belajarlah padaku,
belajarlah padaku”. Lalu Abah mulai menceritakan sedikit caranya yang
didenarkan dengan antusias dan serius oleh orang-orang disekitarnya. Semua
tersenyum-senyum dan tampaknya berpikir untuk bergabung dengan jama’ah Abah.
Selain ke Alloh cepat, tidak perlu susah-susah sholat, ditambah bonus begituan
yang memikat. Kyai Slamet mendekat ke Abah sambil senyum-senyum. “ Bah, kalau
itu ku praktekkan ke anak gadismu berarti gak apa-apa ya ?” Kyai Slamet
beranjak pergi meninggalkan Abah yang tampak tolol terdiam. Sedang orang-orang
saling berpandangan menunjukkan keduannya
Senin, 12 September 2016
MANUSIA YANG DIPILIH TUHAN
Dalam halaqoh,
beberapa murid kasak kusuk berbisik membahas sesuatu yang ingin mereka tanyakan
kepada Kyai Slamet, tetapi enggan pada guru guru mereka itu, Kyai Slamet yang
sejak tadi sibuk sendiri merapikan kitab-kitab dan melihat jadwal-jadwalnya
tiba-tiba bertanya “ada apa?”. Sambil tetap melanjutkan kesibukannya tanpa
menoleh kepada santri-santrinya. Salah satu santri berkata” Yai, dalam banyak
kesempatan. Panjenengan (kamu) kok sering mewanti-wanti kami untuk membiasakan agar
tidak gampang mengeluh dan agar kami selalu tawadlu’ merendahkan diri?”. Kyai
Slamet berhenti lalu berkata, “ aku berharap agar kalian-kalian menjadi manusia
pilihan Tuhan, dulu Alloh pernah bertanya kepada Nabi Musa as kenapa IA
mengangkatnya menjadi Nabi? Nabi Musa tidak tahu. Alloh pun berfirman,
“Ingatkah kau Musa, ketika AKU mencerai-beraikan domba-domba mu yang kau
gembala. Kau dengan sabar tidak mengeluh mengumpulkan mereka satu persatu, itu
penciptaan manusia yang akan dijadikan dari apa, maka Api, Air, Angin
bergejolak menujukkan kekuatan mereka agar dipilih menjadi bahan penciptaan
manusia, hanya bumi saja yang terdiam, ketika ditanya” Wahai bumi, kenapa kamu
terdiam?. Bumi menjawab, “ Apalah saya ini, saya hanya tanah yang tidak punya
apa-apa untuk ditunjukkan”. Karna kerendahan hati bumi, maka tanah pun dipilih
Tuhan sebagai bahan baku manusia.
UZLAH TERTINGGI
Suatu hari, Kyai Slamet menerangkan ke-eratan hubungan antara Syariat dan Tarekat. “orang yang cuma memperbagus Syariat itu seperti orang yang mati, seperti jasad tanpa ruh. Begitu juga orang yang cuma memperdalam Tarekat tanpa memperdulikan Syariat, seperti roh gentayangan karena punya ruh tapi tidak berjasad. Kedua hal itu saling mengisi, ada wadah ada isinya”. Salah satu audiens menyela “Gus. Tapi saya tidak tertarik belajar tarekat. Karena didalam tarekat ada ritual yang disebut uzlah, menyendiri ketempat sunyi untuk berdzikir kepada Allah dalam jangka waktu tertentu. Padahal saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan dan keluarga saya”. Kyai tersenyum, “kalau begitu anda bisa memilih menjalankan uzlah yang tertinggi”. Audiens itu bingung “lho ada tingktan-tingkatannya ya, Gus. Yang uzlah biasa saja tidak mampu apalagi yang tertinggi, malah gak sanggup saya”. Kyai Slamet berkata, ”Al Imam Al Quthub Habib Abdullah bin Alwi Al Hadad, Tarim Hadramaut berkata ketika ditanya tentang hal ini, bahwa uzlah tertinggi itu jasadmu bersama manusia, tetapi batinmu bersama Alloh. Jadi sampeyan tetap beraktifitas, bersosialisasi seperti biasa tetapi lebih bemutu karena semua hal yang sampeyan kerjakan tadi tidak menghalangi bahkan mendukung agar sampeyan dan Alloh terus berhubungan setiap waktu”. Para hadirin manggut-manggut. Kyai Slamet meneruskan “ pengamal Tarekat itu tidak eksklusif kesannya, malah terbuka orangnya, kenapa?? Karena katak didalam tempurung akan selalu merasa besar sendiri, alim sendiri, suci sendiri, tinggi sendiri, dan ia merasa tidak ada yang sanggup seperti dia dalam menggapai maqom yang menurutnya sudah tinggi di hadapan Alloh, padahal ketika Alloh mendatangkan ujian kecil seperti kedatangan wanita cantik, imannya dengan segera ia tinggalkan, dzikirnya tak karuan dan efeknya pikiran dan hatinya terisi angan-angan nafsu lalu berubah menjadi mesum. Parahnya, ia terus mersa benar karena ia betul-betul menjadi katak”. Hadirin pun tertawa dan bersama-sama Kyai Slamet serentak mengucap Naudzubillahi Min Dzalik
INGIN KASYAF
Seseorang bertanya kepada Kyai Slamet, “ Gus, bagaimana sih caranya
agar saya bisa melihat hal-hal ghaib ?” Kyai Slamet tertawa kecil, “ Buat apa
?”. Orang itu menjawab “ Ya biar seperti Wali-walinya Alloh itu Gus. Mungkin
dengan hal itu saya bisa menolong masalah-masalah yang dihadapi orang lain”.
Kyai Slamet terdiam, bergumam lalu manggut-manggut sendiri kemudian ia menatap
orang dihadapannya dari atas ke bawah lalu dari bawah ke atas “ Baiklah, karena
yang sampeyan minta itu penglihatan. Maka mata sampeyan harus dilatih dulu ”.
kata Kyai Slamet. Orang itu heran “Maksudnya gimana, Gus ?”. Kyai Slamet
menerangkan, “ Kalau ada orang lain tertimpa musibah, mata sampeyan harus
benar-benar melek (mebuka mata) lalu segera merespon untuk menolongnya semampu
sampeyan, ingat !! harus ikhlas”. Orang itu dengan wajah berseri-seri, “ Cuma
itu, Gus ?”. Kyai Slamet tersenyum “ Iya, Cuma itu !”.
AHLI THORIQOT PELUPA, ITU WAJAR !!!
Beberapa hari ini, Kyai Slamet dilanda kegusaran. Ia tidak mengerti
apa yang sedang terjadi pada dirinya, akhir-akhir ini ia sering lupa pada sesuatu yang ia hafal
dan kenal sebelumnya. Untuk mengingat sesuatu, ia harus menunggu sejenak dan
berusaha dengan keras agar ia mengingat nama atau hal-hal yang ia maksud
tersebut.
Agar tidak berlarut-larut dan menjadi bebannya, Kyai Slamet pun
sowan (datang ) kepada gurunya, Ki Bagus Burhan. diruang pendopo yang tidak
terlalu besar, Kyai Slamet duduk tawadlu dihadapan gurunya dan mengutarakan
masalahnya. Ki Bagus, dengan tenang dan penuh perhatian mendengarkan Kyai
Slamet mengutarakan persoalannya. Lalu Ki Bagus bertanya “ Sejak kapan kamu
mengalami ini ? ” Kyai Slamet menjawab “ Seingat saya, tidak lama setalah baiat
Thoriqoh, mulai terbiasa melafalkan asma-asma Alloh, Awalnya lisan, lalu batin
saya mulai ikut menyebut-menyebut Nama-nama Alloh. Mulanya saya menguasai
dzikir-dzikir itu, tetapi lama-kelamaan saya rasakan dzikir-dzikir itu yang
menguasai saya. Lambat laun saya rasakan, kok sekarang saya menjadi pelupa ”.
Ki Bagus Burhan bertanya “ Maaf nak, namamu siapa ? ” Kyai Slamet tersentak “
Lho Ki Bagus ini bagaimana, saya sudah nyantri 10 tahun pada Ki Bagus, kok Ki
Bagus masih belum hafal-hafal kalau nama saya Slamet ?’ Ki Bagus menjawab “
Jangankan kamu yang baru 10 tahun ngaji padaku, Met. Dulu Syekh Abu Yazid Al
Bisthami pun juga lupanama santrinya padahal sudah belajar selama 25 tahun. Si
santri protes dengan sikap Syekh Abu Yazid, tapi apa yang dikatakan Syekh Abu
Yazid ? “Nak, ketika nama Alloh terpatri kedalam hatiku, semua nama-nama selain
nama-NYA keluar dalam hati dan ingatanku ”. Kyai Slamet melongo, ia terdiam
seribu bahasa. Ia mengingat apa yang dikatakan gurunya tersebut memang sama
persis dengan yang dialaminya. Ki Bagus berkata “ Nak, Ahli Thoriqoh itu ahli
menyebut-nyebut nama Alloh, jadi wajar
kalau ia pelupa dengan hal-hal selainNYA.
Langganan:
Postingan (Atom)