Kamis, 15 September 2016

GUS DUR DAN MBAH YAI



Suatu saat Ustadz Jawa silahturrahim ke Mbah Yai dan diterima diruang tamu sambil lesehan, didalam ruang tamu tampak beberapa orang yang datang dengan berbagai keperluan. Ditembok ruang tamu terpajang foto Gus Dur bersama Mbah Yai saat Gus Dur sowan dan masih menjabat sebagai Presiden RI, Ustadz Jawa bertanya perihal foto tsb. Mbah Yai bercerita, “ Saat Gur Dur menjabat Presiden, tanpa konfirmasi lebih dahulu. Tiba-tiba ada mobil panther memasuki halaman dan keluarlah Gus Dur bersama rombongan yang terdiri dari para putra Kyai dan beberapa wartawan”. Seperti biasa, Mbah Yai menyambut Gus Dur dengan akrab  diruang tamu. Beberapa kameramen mulai mengabdikan momen itu dengan jempretan kameranya, tetapi anehnya, dari sekian banyak kamera, tidak satupun yang bisa digunakan. Mereka tidak tahu peyebabnya, mereka kebingungan karena yang mereka tahu kamera-kamera itu tadinya baik-baik saja. Mbah Yai tahu hal itu “ Mas-mas kameranya tidak berfungsi ya ?”.  “ Iya Kyai, tidak tahu kenapa ”,jawab mereka, “ Tentu saja tidak bisa, kalian kan tadi belum bersalaman denganku kan ? Lha wong, listriknya disini ”, jawab Kyai sambil menunjuk telapak tangan kanan beliau, Gus Dur atas nama rombongan meminta maaf apabila ada ketidaksopanan jama’ahnya kepada Mbah Kyai. Mbah Kyai menjawab, “ Inilah kehebatan Kyai-kyai Mojopahit, Gus”. Yang disambut dengan tawa para hadirin, Mbah Yai bertanya lagi “ Sampeyan jauh-jauh kesini itu ada apa, Gus”. Gus Dur berkata “Kyai saya kesini mau becerita, “dihari kiamat nanti ada seorang laki-laki yang kecil tubuhnya ( Mbah Yai berkata, Rasa-rasanya aku akan disindir Gus Dur ini”.  Ustadz Jawa dan tamu tertawa karena kebetulan Mbah Yai ini bertubuh kecil ). Laki-laki ini divonis masuk surga, maka berjalanlah ia menuju surga. Tiba-tiba datang seorang wanita memprotes keputusan Alloh itu, ia mengaku sebagai istrinya. Laki-laki yang menjadi suaminya itu telah menyakiti hatinya karena telah memadu dirinya dengan wanita lain. Laki-laki itu pun mengakuinya dan diseretlah ia menuju neraka. Ditengah perjalanan, malaikat yang menyeret laki-laki itu dihadang seorang perempuan, ia mengaku sebagai istri keduanya, terjadilah perdebatan sengit antara perempuan itu dengan malaikat. Wanita itu berkata “Hai malaikat, suamiku ini telah menolongku dengan mengawiniku dari lubang perzinaan, dan sudah sepantasnya ia masuk surga karena perbuatannya itu, bukan malah sebaliknya masuk neraka”. Karena tidak ada jalan keluar yang disepakati. Maka malaikat itu mengadu kepada Alloh. Dan Alloh pun memenagkan perempuan itu lalu membawanya menuju suraga. Semua tak tahan untuk tertawa apalagi Mbah Yai, karena semua tahu Mbah Yai mempunyai 4 istri. Akhirnya Gus Dur mendekat pada Mbah Kyai, “Kyai, orang yang beristri lebih dari satu itu ternyata tidak bisa masuk neraka”. Semua akhirnya tertawa lepas, ramai kedengarannya tapi tetap syahdu karena yang tertawa adalah santri-santri yang benar-benar santri bukan penonton parodi komedi, kata Mbah Yai kepada temannya “ ealah, Presiden jauh-jauh kok cuma ingin ceita itu doang. Tapi kalau tidak begitu, bukan Gus Dur namanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar