MASJID JAMI' GEDEG.
Bangunan tua yang terus direhab ini menjadi saksi bisu perkembangan masyarakat desa Gedeg di era kolonial Belanda,Jepang,perang kemerdekaan dan sampai sekarang. masjid yang dibangun sekitar tahun 1817 M dan selesai tahun 1821 M(menurut buku tarikh ta'mir yang diwariskan secara turun temurun)dibangun oleh Raden Ngabehi Wangseng Sari,penghulu pertama Desa Gedeg yang dulu disebut wilayah kendeng atau Mojokasri. dibangun tanpa kubah sebagaimana masjid Demak dan bermustaka, yang kemudian ditambah bangunan baru karena jamaah bertambah dengan berkubah .masjid ini mempunyai 4 soko guru dari kayu jati lurus sepanjang kurang lebih 4 meter yang konon ditebang dari alas lor/hutan utara daerah kecamatan Kemlagi dan Dawar blandong. uniknya kata orang tua dulu,cara memindahkan kayu2 adalah dihanyutkan di sungai Gedeg yang sekarang disebut kali mati sebab hampir sudah tidak berfungsi seperti layaknya sungai, padahal sekitar tahun 1980an, air sungai sangat deras mengalir. ada yang aneh,bagaimana kayu dari hutan yang berjarak 3km ke utara dari Gedeg bisa dihanyutkan ke sungai yang airnya mengalir dari selatan ke utara? wallohu a'lam. tapi memang konon kayu2 itu terapung melawan arus dan berhenti di sisi barat lokasi yang akan dibuatkan masjid. masjid ini berdiri ditanah milik Mbah Bei (panggilan mbah Wangseng sari) seluas 100*50meter persegi. tanah dibagi menjadi 3 bagian yaitu untuk Maqbaroh Magersari (pemakaman sesepuh desa dan keturunan mbah Bei serta ta'mir dan ulama' desa),masjid Jami' dan KUA Gedeg.
Di kedua sisi masjid sebagaimana di masjid2 kuno, terdapat dua sumur yang letaknya hampir sejajar satu sama lain. yang menurut keterangan dari santri2 dulu, bahwa sumur utara masjid mempunyai keunikan bisa dijadikan perantara sebagai obat penyakit tertentu, wallohu a'lam. masih diutaranya masjid,terdapat kantor ta'mir dan menjadi pusat da'wah yang mana bangun itu bekas kantor KUA pertama.
Masjid ini juga menjadi saksi bisu perseteruan pengurus Muhammadiyah dan NU yang saling memperebutkan hak untuk mengurus masjid ini sekitar tahun 1991 dan didamaikan dengan musyawarah dimana diputuskan bahwa NU yang mengelola Masjid Jami' yang lalu dirubah namanya menjadi Masjid Besar Baiturrahman, sedang Muhammadiyah membangun masjid Darussalam di sisi utara sekitar 100 meter dari masjid Jami'.
Seperti masjid2 yang lain, masjid ini pernah mengalami pasang surut jamaah.dimana hampir2 tidak ada warga yang mendirikan sholat dimasjid ini sampai kemudian beberapa sesepuh tokoh agama menggiatkannya dan disambut baik oleh warga serta tak mau ketinggalan pemuda pemudinya juga ikut memakmurkan masjid bersejarah yang termasuk dari masjid2 tertua diseluruh wilayah Mojokerto. hal ini bisa dilihat kegiatan disana, baik dari pembangunan fisiknya, ta'limnya, kegiatan remaja masjidnya dan jamaah iktikafnya di 10 terakhir bulan Ramadhannya.
Senin, 25 September 2017
Islam di Gedeg (1)
Minggu, 17 September 2017
Leluhurmu itu seperti kamu
Mbah yai Husein bercerita bahwa dulu beliau pernah bertanya kepada abahnya yaitu Almaghfurlah Mbah yai Ilyas tentang siapakah kakek buyutnya,dan bagaimana sepak terjangnya. dengan diplomatis mbah Ilyas menjawab, "Nak jangan tanya siapa leluhurmu, karena jagung akan melahirkan tunas jagung dan tidak akan pernah melahirkan tunas kedelai".
Anda, saya dan semuanya adalah tunas dari pendahulu2 kita yang sepak terjangnya tidak jauh dari leluhur2 kita. kalau hati dan tindak tanduknya kita suka mengaji, menolong orang, mudah tersentuh hatinya, dsb. maka bisa disimpulkan bahwa leluhur2 kita dahulu juga begitu. sebaliknya bila kita suka menfitnah orang, berbuat dzalim, membenci pemimpin rakyat yang baik, maka leluhur2 kita dulu juga seperti itu.
Konon katanya lingkungan lebih mempengaruhi sifat dan sikap kita, padahal darah keturunan lebih mendominasi akan wujud kepribadian kita. berapa banyak orang yang bergaul dilingkungan yang buruk tapi sikap baiknya tidak terkontaminasi bahkan semakin kokoh memberi penerangan pada sekitarnya. dan berapa banyak orang buruk berkumpul dilingkungan orang baik,sikapnya tak berubah bahkan berusaha menularkan sifat buruknya pada orang2 baik.
Lalu bagaimana bila kita punya leluhur2 yang buruk tapi kita ingin memperbaikinya? itu sangat bagus dan kelak anak cucumu akan berterima kasih padamu karena perjuangan mu itu. hanya perjuangan yang bisa kamu lakukan dengan 3 modal:niatlah yang benar, bertindaklah yang benar dan tujuan yang benar.
MtAG'17
Senin, 10 Juli 2017
Kesaktian tukang adzan
Seorang remaja bertanya kepada guru mengajinya, "Pak, apa benar bahwa batas akhir dunia itu tahun 1500 H? bukankah itu sebentar lagi? karena tahun ini kan 1438H? ".sang guru tersenyum, "Subhanalloh, hanya Dia yang tahu kapan kehidupan semesta ini berakhir ".remaja itu berkata, "Saya jadi takut bila mengingat berita itu ".sang guru mengambil nafas panjang, "Bukan kali ini saja berita seperti itu bergulir, sejak dulu sudah pernah tersiar kabar akan datangnya kiamat, lengkap dengan detail tanggal waktunya. yang menyedihkan dari akibat berita itu ada yang bunuh diri massal, ada yang mengungsi di gunung beserta seluruh keluarganya, dsb. pokoknya bikin ketakutan yang hebat dihati manusia. kalau kita sebagai santri yang beriman kepada Alloh swt, maka kita juga percaya dengan adanya hari kiamat. akan tetapi kapan datangnya itu tidak ada yang tahu selain Alloh saja. tetapi Rosululloh saw pernah bersabda bahwa kiamat terjadi di malam jumat dan didahului peristiwa2 besar. dan tidak ada yang mengalami kiamat kecuali orang yang sangat buruk akhlaknya. orang baik semua dimatikan Alloh lebih dulu agar tidak mengalami kengeriannya. dan kamu jangan takut. karena selama ada adzan berkumandang, kiamat tidak akan datang. jadi ,,kita itu harus berterima kasih kepada para muadzin, karena dengan berkat beliau2,kita jadi hidup tenang sampai sekarang. dan apakah kamu tidak ingin ambil bagian dari tugas mulia sebagai tukang adzan? "remaja itu mengangguk semangat. gurupun melanjutkan, "Maka lakukan adzan ketika sholat berjamaah tiba atau ketika kamu sholat sendirian. dan kamu tidak usah repot2 memikirkan kiamat dunia ini. harusnya kamu memikirkan kiamatmu sendiri yang tidak ada tanda2 lebih dahulu ketika datangnya dan tidak permisi bila tiba waktunya serta lebih berbahaya bagi dirimu ".wallohu a'lam.
MTAG'17
Jumat, 07 Juli 2017
Berpikir luas
"Pak, sebenarnya saya sudah lama ingin bertemu dengan anda",kata seorang tamu paruh baya kepada seorang guru TPQ. "Alhamdulillah, ada apa kok sampeyan ingin ketemu saya? ",tanya sang guru. "Begini pak, saya ingin berdiskusi dengan anda masalah agama yang telah bapak ajarkan kepada murid2 bapak",ucap sang tamu. sang guru sedikit heran, "Memang kenapa pak, ada yang salah kah? ".sang tamu menjawab, "Kalau salah memang banyak pak. contohnya, anda mengajarkan untuk membaca rotib, tahlil, maulid, thoriqoh,kepada murid2 anda. bukankah semua itu bid'ah karena tidak pernah dicontohkan Nabi? sedang bid'ah itu sesat".sang guru terkejut, ia tidak bisa menjawab pertanyaan sang tamu. ia mulai gemetar sampai keluar keringatnya. dengan terbata-bata,"ma.. af, ba.. pak.., i.. ni.. se.. orang us... ustadz... ya...,kok... bisa.. me.. menyebut.. i.. tu... bid'ah? ".sang tamu nyengir tersenyum, "Wah, ketahuan dah. betul, saya seorang ustadz penegak sunah, bahkan saya pernah mengajar di masjidil haram".sang guru tambah deras keringatnya mengucur, "A.. pa..???Mas... masjidil haram???sub.. subhanalloh...., maafkan saya pak,sa...ya.. ini ti.. dak.. punya ilmu se.. seluas.. panjenengan ".sang guru tampak makin gelisah ditempat duduknya. ia salah tingkah antara malu dan tolol. sang tamu melihat gelagat guru TPQ yang kata orang kharismatik itu, senyum2 sendiri. hanya dengan satu pukulan saja sudah KO, maklum,,cuma guru TPQ .keciiilll...
Tamu itu berkata, "Makanya pak kalau tidak ada ilmu jangan mengajar yang aneh2,bid'ah lagi. sudah kurang ilmunya, mengajar anak2 berbuat sesat,antum mau menanggung dosanya?. kalau belum tahu tanya pada orang yang berkompeten seperti saya contohnya. jangan tanya pada ustaz kacangan yang kurang ngerti sunah".sang guru manggut2,"Nggeh, nggeh... "."kalau bertanya pada ustadz gak bener, tambah keblinger antum",ucap si tamu sambil tertawa kecil. sang guru TPQ melongo melihat tamu didepannya.melihat mimik sang guru yang tampak kelihatan dungu si tamu malah tertawa cukup keras.
lalu sang guru bertanya dengan tenang "maaf ustadz.tadi anda bilang anda penegak sunah".
sang tamu menjawab "iya betul sekali ".sang guru melanjutkan ucapannya "penegak sunah itu semua perbuatannya berkiblat pada perbuatan Rosululloh .apakah dulu Nabi ketika bertemu orang bodoh seperti saya maka beliau akan menertawakannya seperti anda menertawakan saya?,apakah dulu Rosululloh pernah berkata bahwa beliau lebih alim dari pada Nabi2 Alloh yang lain sebagaimana anda merasa lebih
tahu dari ustadz2 yang lain? apakah seorang guru TPQ seperti saya ini tidak akan pernah lebih berilmu dari pengajar di masjidil haram seperti anda ini? sebagaimana kata hati sampeyan berbicara? tolong tunjukkan dalilnya ".sang tamu terkejut. ganti ia yang tidak bisa berkata.
Sang guru bertanya "apa antum sudah menikah?,umur berapa nikahnya ".sang tamu menjawab, "sudah,umur 27".sang guru tertawa keras sekali, sang tamu sampai tersinggung, mukanya memerah. "Yaa Alloh mas, gak usah belagu. lha wong sampeyan ini ahli bid'ah juga kok sama seperti saya. Nabi kan menikah umur 25,kenapa tidak sampeyan tiru? bid'ah kan sampeyan".sang tamu menjawab "tapi itu kan memang kehendak Alloh".sang guru menjawab,"itulah kelemahan sampeyan. sampeyan berusaha menegakkan sunah tapi lupa dengan sunattulloh. alih2 sampeyan mengagungkan sunah, padahal sampeyan itu mengagungkan pengetahuan sampeyan sendiri tentang sunah.itu bisa dilihat, anda akan selalu merasa lebih pandai dari orang lain,benarkan?.anda pernah dekat dengan ka'bah, tapi anda tidak pernah belajar pada ka'bah ".si tamu berkata "apa maksud anda? ".sang guru menjawab,"kita sholat menghadap ka'bah, kita menghormatinya, memulyakannya. kenapa?? karena itu perintah Alloh dan tuntunan Rosul-Nya. padahal itu cuma batu. kalau orang yang tidak tahu,umat agama lain misalnya.maka mereka menyangka kita ini menyembah batu. sebagaimana sampeyan yang tidak tahu menganggap sesat membaca rotib, tahlil,dsb padahal itu perintah Alloh dan tuntunan Rosul-Nya karena ada dzikirnya disitu. dan kalau tidak tahu, ya harus belajar. bukan kesana kemari memvonis kami sesat. kalau Rosululloh tidak pernah mencontohkan, bukan berarti itu perbuatan sesat selama itu tidak berhubungan dengan ibadah yang telah dibakukan seperti sholat, dsb.tetapi diluar itu boleh kita menciptakan hal2 baru.misalnya, sholat dengan membawa dompet penuh uang didalamnya,itu boleh. kalau anda sedikit2 bid'ah, maka setiap sebelum sholat seharusnya semua uang dalam dompet anda itu harus diinfakkan sebagaimana yang Nabi lakukan dulu. sebab beliau secara otomatis tidak akan khusyuk sholat bila disaku atau dirumahnya tersimpan uang atau harta lain sebelum beliau sedekahkan semuanya.anda seperti itu? "si tamu menggeleng. sang guru menjawab, "Anda ahlu bid'ah,dan menurut anda sendiri, anda sesat!!! ".
MTAG"17
Jumat, 12 Mei 2017
Ngaji butuh nyali
Seorang remaja datang pada seorang guru mengaji,
Remaja; "Pak, saya ingin mengaji di TPQ bapak ini ".
Pak guru; "Alhamdulillah ahlan wa sahlan wahai titipan Rosululloh saw, adik ini mau mengaji saja atau sekalian mengkajinya juga? "
Remaja; "Apa bedanya pak? "
Pak guru; "jauh sekali bedanya, kalau mengajinya ingin cepat khatam, insyaalloh itu membutuhkan waktu yang relatif singkat. lain halnya kalau sekalian dengan mengkajinya lalu berusaha diamalkan .ibarat 2 orang yang sama-sama punya uang 1 milyar tapi yang satu dibuat untuk berfoya-foya sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama agar uang itu habis, sedang yang satunya dibuat usaha dan mengembangkannya "
Remaja; "Kalau begitu saya juga ingin mengkajinya.tapi apakah ada syarat lain karena saya lihat santri disini ada yang kena hukuman? "
Pak guru; "Kalau salah dimana-mana itu harus dihukum karena melanggar syaratnya yang juga menjadi aturan baku disini. aturan atau syaratnya disini itu cuma satu yaitu punya nyali dadi santri sampai mati "
Remaja; "Hanya itu pak? itu mudah sekali. karena kalau nyali saya punya banyak "
Pak guru tersenyum; "Tapi disini adalah nyali yang sebenarnya dan insyaalloh benar menurut artinya yang sesungguhnya untuk menjadi santri sampai mati "
Remaja; "Maksudnya, pak? "
Pak guru; "Contohnya, ketika adzan berkumandang, maka kalau kamu punya nyali jadi santri sampai mati maka kamu terdiam dan menjawabnya. Contoh lain lagi, kalau kamu punya nyali maka sholat mu itu lima waktu dan bisa kamu tambah dengan sholat sunah minimal 12 rakaat. Dan kalau kamu mampu, bila kamu punya nyali maka kamu suka bersedekah dan membantu orang lain. begitupun juga ketika kamu waktunya mengaji, kalau kamu punya nyali jadi santri sampai mati maka kamu tinggalkan bermainmu lalu berangkat mengaji. Atau kalau kamu melihat orang berbuat kemungkaran maka kalau kamu punya nyali jadi santri sampai mati, kau doakan ia dengan kebaikan, kau tolong ia dengan mencegahnya berbuat kerusakan yang lebih parah dengan nasehat atau teladan kebaikan atau dengan membantu kesulitannya yang menjadi penyebab kemungkarannya. jangan kau memakinya atau bahkan merusak barang-barangnya, karena santri yang punya nyali jadi santri sampai mati itu pasti punya hati dan akal yang bisa membaca ayat-ayat Tuhan didepannya .ia tahu kalau setiap orang yang berbuat dzolim itu belum mendapatkan hidayah Alloh swt dan itu tugas santri yang punya nyali merubahnya dengan contoh yang baik karena Nabi Isa almasih dan Sayidina Ali kw berkata bahwa seseorang itu akan mengeluarkan apa yang disimpannya. kalau kamu mencaci maki bahkan merusak barangnya orang yang dzolim, apa kamu tidak lebih buruk dari mereka? jangankan mengikuti kamu, melihat kelakuanmu saja ia pasti berfikir bahwa dia tidak merasa beda dengan mu kecuali kamu doyan mengaji, pakai sarung dan baju takwa sedang ia tidak. bahkan kamu dicap sebagai preman yang suka memalak mereka dan berbuat onar,dan masih banyak contoh yang lainnya. Jadi kalau kamu sanggup bernyali, maka kamu bisa mengaji disini tanpa kena hukuman,,sanggup??? "
Remaja itu terdiam cukup lama untuk ia berfikir; "Insyaalloh saya akan berusaha sebagai medan jihad saya "
Pak guru; "Alhamdulillah, semoga kamu beruntung ".
Author; pari
Senin, 10 April 2017
Penting mana?
Seorang guru bertanya pada santrinya. "Mulya mana antara sholat dengan BAB? ".semua santri serempak menjawab "Sholaaattt".sang guru bertanya lagi, "Kalau mulia sholat dibanding BAB, kenapa kalau ada panggilan sholat kita tidak bersegera menunaikannya?. bandingkan dengan panggilan BAB, kita pasti terburu-buru untuk menunaikannya. tak perduli betapa sibuknya kita, kadang tak perduli betapa mengantuk nya kita, malah tak perduli ada pekerjaan urgensi bahkan rapat penting dengan atasan atau klien. pasti kita tinggalkan untuk menunaikan panggilan BAB itu. kalau panggilan Alloh swt kalian mendatanginya dengan mengundur-undurkan waktunya, itu kan sama saja menganggap panggilan-NYA sebagai hal yang tidak penting .jadi, jangan pernah berharap kalian diutamakan Tuhan bila kalian sendiri tidak suka mengutamakan Tuhan. bagaimana sholat mu bisa menolong mu kalau nilainya masih lebih berharga BABmu? .sholatmu saja seperti itu, bagaimana dengan amal lainnya??........ استغفر الله العظيم ".
Sang guru pun menangis didalam hati .
Kamis, 16 Februari 2017
Hati-hati dengan orang sholeh!!!
Syekh Abu Said Abdulloh bin Abi 'Asrun bercerita;
"Aku datang ke Baghdad untuk belajar. biasanya kami sering mengunjungi orang-orang sholeh di sana. di sana kami dengar ada seorang wali ghoust yang dapat muncul sewaktu-waktu,Syekh Abu Yusuf Al Hamdani namanya. kami bertiga yang masih muda, aku, Syekh Ibnu Saqa' dan Syekh Abdul Qodir al Jaelani berkunjung kesana. sebelum kami sampai, dijalan Syekh Ibnu Saqa' berkata, "Aku akan mengajukan suatu pertanyaan yang tidak akan diketahui jawabannya ".lalu aku berkata, "Aku akan mengajukan pertanyaan yang akan kulihat bagaimanakah jawabannya ".sedang Syekh Abdul qodir al Jaelani berkata, "Aku berlindung kepada Alloh untuk mengajukan pertanyaan pada beliau, yang aku sendiri sangat berharap berkat beliau ".
Waktu kami tiba dirumah syekh Abu Yusuf, beliau tidak ada. setelah beberapa waktu, beliau muncul tiba-tiba. beliau memandangi syekh Ibnu Saqa' dengan tajam sambil marah, "Hai Ibnu saqa' apakah kau akan menanyakan yang tidak akan kuketahui jawabannya?, sungguh celaka kau. aku tahu bahwa engkau akan menanyakan demikian, adapun jawabannya adalah demikian "Syekh Abu Yusuf menerangkan isi pertanyaan dan jawabannya, lalu berkata, "Sungguh aku lihat dimulutmu tersembul tanda kekafiran ".
Kemudian beliau berkata padaku, "Hai Abdulloh, adakah engkau akan menanyakan persoalan untuk kamu lihat jawabannya? aku tahu pertanyaanmu demikian dan jawabannya adalah demikian. ketahuilah bahwa kelak kamu akan diuji dengan banyaknya kekayaan yang datang kepadamu, dikarenakan ketidak sopananmu terhadapku".
Selanjutnya beliau menoleh kepada Syekh Abdul Qodir al Jaelani yang waktu itu juga masih belia. Syekh Abdul Qodir al Jaelani dipersilahkan duduk didekatnya dan dikatakan padanya, "Hai Abdul Qodir, Alloh dan Rosul-NYA sangat senang dengan kesopanan mu, seolah -olah aku lihat anda kelak dikota Baghdad akan duduk memberikan pelajaran agama dihadapan santri-santri yang datang dari segala penjuru. sebenarnya kedua telapak kakiku ini berada diatas tengkuk setiap wali Alloh. kini aku lihat seolah -olah setiap wali yang ada dimasamu semuanya tunduk melihat keagunganmu".kemudian beliau menghilang tanpa kami ketahui kemana perginya.
Apa yang diucapkan oleh Syekh Abu Yusuf itu benar kenyataannya. dimana Syekh Abdul Qodir Al Jaelani telah muncul kekeramatannya dimana-mana. semua wali yang ada dimasanya mengakui ketinggian beliau.
Adapun Ibnu Saqa' dihari tuanya sibuk untuk mencari ilmu sampai tersohor kemana-mana ketinggian ilmunya dan kefasihannya dalam berdebat. ia mendapatkan kedudukan tinggi disisi Khalifah. sampai pada suatu kali ia diutus oleh Khalifah ke Kaisar Roma sebagai utusan diplomatik. para pembesar kerajaan Roma banyak yang takjub akan kefasihannya dalam berdiplomasi. dalam kesempatan itu Sang Kaisar ingin menguji keteguhan imannya. Kaisar menyuruh putrinya untuk merayu Ibnu Saqa'. akhirnya Ibnu Saqa' pun menaruh hati pada putri kaisar. sampai ia minta untuk dikawinkan dengan putrinya. namun sang kaisar menolaknya kecuali jika ia masuk kristen. demi untuk mempersunting sang putri, Ibnu Saqa' rela untuk masuk kristen. kemudian ia dikawinkan dengan sang putri kaisar. waktu sakit, ia dicampakkan oleh keluarga kaisar tersebut ditengah pasar agar mencari rizkinya sendiri. kebetulan ada seorang temannya yang masih mengenalnya. oleh sang teman, ia ditanya "Adakah anda masih hafal Al Qur'an? ".Ibnu Saqa' menjawab "Tidak, kecuali hanya 1 ayat saja ".
Waktu menghadapi sakarotul maut, setiap kali dihadapkan ke kiblat, ia selalu memalingkan wajahnya kearah lain. sampai ia mati dalam keadaan tidak mau menghadap ke kiblat. persis seperti yang dikatakan oleh Syekh Abu Yusuf Al Hamdani".
Selanjutnya Ibnu Abi 'Asrun berkata "Sedangkan aku sendiri di belakang hari pergi ke Damaskus. disana aku diangkat sebagai menteri yang mengurus badan waqaf. disaat itu banyak harta datang kepadaku dari segala penjuru persis seperti yang dikatakan oleh Syekh Abu Yusuf Al Hamdani ".
Minggu, 15 Januari 2017
Santri edan
Seorang ibu melihat putranya yang masih kelas 6 SD sedang menonton tv, komat-kamit berdzikir sambil membawa tasbih warna hijau yang agak usang .ia diam saja melihat putranya itu sibuk memutar biji-biji tasbih ditangannya ,lalu mendekatinya, "Nak, tidak usah gitu-gituan, kamu masih kecil nanti kamu bisa gila ".
Di lain hari , ibu itu melihat putranya sedang bersama beberapa temannya mencoba merokok. ia juga hanya diam saja melihatnya dan ternyata si ibu tidak pernah menegurnya sama sekali.
-------------------------------------------------------------
Di lain tempat , seorang anak yang sudah duduk di bangku SMP, bersiap-siap berangkat mengaji ke majelis gurunya setelah ia selesai menunaikan sholat maghrib di rumah. dengan tergesa-gesa ia membawa tas mengajinya lalu berangkat .sebab pengajian berlangsung setelah maghrib sampai sholat isya'.ketika ia berpamitan kepada ibundanya, ternyata sang ibu tidak mengizinkan ,malah disuruh sang anak untuk belajar sebab besok ada ujian. anak itu pun dengan kecewa kembali ke kamar menuruti kehendak ibunya.
Satu jam kemudian adzan isya' berkumandang. sang anak tampak masih berkutat dengan buku-buku pelajarannya di kamarnya sampai suara sholawat terdengar di masjid tanda sholat isya' usai dilaksanakan . si anak pun keluar kamar berpamitan untuk main game online di warnet dekat rumahnya dan ibunya mengizinkan.jam 10 malam sang anak pulang lalu bergegas masuk ke kamar dan tidur. ia sempat melihat ibunya didepan tv sedang asyik menonton serial kesayangannya.
--------------------------------------------------------------
Jam menunjuk pukul 15.00 wib,tanda sore mulai menjelang. seharusnya suasana alam masih tampak terang tetapi langit mulai gelap di iringi hujan lebat di sertai petir menyambar dan guruh menggelegar. melihat hal itu, seorang anak perempuan 12 tahun umurnya. kegirangan karena ia bisa meneruskan game yang dimainkannya sejak pulang dari sekolah tadi tanpa perlu mengikuti les privat yang dijadwalkan dari hari senin sampai hari kamis di rumah seorang mentor yang 2 km jaraknya dari rumahnya. tiba-tiba pintu kamarnya dibuka dan sosok ibunya muncul dengan wajah yang garang lalu menghardik anaknya, "Hey, ayo bangun. cepat mandi dan berangkat les ".si anak yang terkejut mencoba menjawab, "Tapi bu, diluarkan hujan? ".dengan melotot ibunya membalas, "Nanti bawa mantel hujan, ibu yang antar ".dengan lesu sang anak pergi ke kamar mandi. beberapa menit kemudian, dengan naik sepeda motor sambil membawa mantel di tengah badai hujan si ibu membawa juga anaknya yang kecil mengantar putrinya pergi les sampai pukul 17.00 wib baru pulang.
Hari sabtu sore, hujan rintik-rintik turun membuat sejuknya sore di tengah sinar matahari yang lamat-lamat masih mencoba untuk bersinar. karena tidak ada jadwal les, gadis itu bergegas mandi untuk mengaji, karena ustadznya sudah mengizinkan agar ia mengaji hari jumat dan sabtu saja biar tidak berbenturan dengan jadwal les. ia biasa berjalan kaki menuju majelis gurunya sambil membawa payungnya karena jaraknya "cukup jauh" dari rumahnya yaitu cuma 7 menit dengan berjalan kaki. tiba-tiba dari belakang ibunya menyapa, "Hujan-hujan kok mengaji? ".anaknya menjawab, "Iya bu, mumpung tidak ada jadwal les. lagi pula saya kan sudah di izinkan ustadz mengaji hari jumat sabtu saja".ibunya menyahut, "Tapi ustadzmu kan pasti mengerti kalau kamu tidak mengaji karena hari hujan? ".karena tidak direstui ibunya, gadis kecil itu kembali masuk kerumah, masuk kekamar lalu mengambil handphone nya dan memainkan game kesukaannya.
+++++++++++++++++++++++++++++
Waktu pun berlalu, semua anak itu beranjak dewasa. salah satu ibu dari anak-anak itu datang ke ustadz lalu mengkomplain,kenapa anaknya sekarang susah kalau disuruh sholat apalagi mengaji?.sang ustadz diam saja sambil senyum.
Kemudian datang lagi seorang pria mengeluhkan anaknya, kenapa nongkrongnya dengan pemuda-pemuda yang tidak benar? sang ustadz tetap diam saja untuk beberapa saat lalu berkata, "Kenapa bapak dan ibu mengatakan hal ini kepada saya? ".hampir serempak ibu dan si bapak menjawab, "Lho ustadz ini bagaimana sih? kan ustadz bertanggung jawab atas keagamaan anak-anak kami? ".dengan santai ustadz menjawab, "Memang saya yang bertanggung jawab tentang keilmuan agama mereka. tetapi maaf, seberapa sering anak sampeyan ketemu saya dalam halaqoh disini? ,bukankah anak anda berdua sering tidak masuk hanya gara-gara hal sepele? itupun pasti anda berdua sudah tahu. apakah anda berdua marah kalau melihat putra putri anda bolos tidak mengaji? apakah anda berdua selalu bertanya tentang apa yang telah saya ajarkan pada mereka? sampeyan berdua mengatakan bahwa saya yang harus bertanggung jawab atas kelakuan anak anda. apa saya mengajarkan keburukan? Tidak. apa saya mengajarkan pada mereka agar selalu main tanpa kenal waktu? tidak. Lalu siapa yang hanya diam melihat mereka bermain padahal waktunya sholat dan mengaji? anda berdua kan? anda yang menanamkan perasaan bahwa mengaji itu tidak penting. anda lah yang menanamkan pada mereka bahwa hal -hal yang berbau agama di nomer dua kan. anak yang jauh dari tuntunan agama akan hancur dan menghancurkan sekitarnya walau pun titelnya sarjana S3,walaupun otaknya cerdas. bukankah itu yang sampeyan berdua inginkan? lalu kenapa menyalahkan saya? lihatlah anak-anak itu,(ustadz menunjuk pada santrinya yang baru datang) mereka tak perduli hujan lebat, tak perduli besok ujian, tak perduli hafalannya banyak, tak perduli saya hukum kalau mereka tidak bisa, tak perduli teman-teman nya bermain. mereka semua tetap berangkat mengaji. anda berdua lupa, untuk kehidupan anak yang lebih mapan itu tidak sekedar kepandaian dan sekolah yang tinggi tapi itu semua di atur oleh Alloh swt. dan anak-anak itu kuajarkan mendekat kepada-Nya tanpa mengesampingkan usaha belajar. karena saya tanamkan pada jiwa mereka bahwa kebahagiaan yang sebenarnya itu adalah bahagia didunia dan bahagia di akhirat. yang lebih penting kebahagiaannya itu memberi manfaat bagi sekitarnya. aku menjuluki mereka itu Santri Edan karena berani berkorban demi kebahagiaannya disini sampai disana".
Kedua orang itu diam menunduk malu.