Jumat, 12 Mei 2017

Ngaji butuh nyali

Seorang remaja datang pada seorang guru mengaji,
Remaja; "Pak, saya ingin mengaji di TPQ bapak ini ".
Pak guru; "Alhamdulillah ahlan wa sahlan wahai titipan Rosululloh saw, adik ini mau mengaji saja atau sekalian mengkajinya juga? "
Remaja; "Apa bedanya pak? "
Pak guru; "jauh sekali bedanya, kalau mengajinya ingin cepat khatam, insyaalloh itu membutuhkan waktu yang relatif singkat. lain halnya kalau sekalian dengan mengkajinya lalu berusaha diamalkan .ibarat 2 orang yang sama-sama punya uang 1 milyar tapi yang satu dibuat untuk berfoya-foya sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama agar uang itu habis, sedang yang satunya dibuat usaha dan mengembangkannya "
Remaja; "Kalau begitu saya juga ingin mengkajinya.tapi apakah ada syarat lain karena saya lihat santri disini ada yang kena hukuman? "
Pak guru; "Kalau salah dimana-mana itu harus dihukum karena melanggar syaratnya yang juga menjadi aturan baku disini. aturan atau syaratnya disini itu cuma satu yaitu punya nyali dadi santri sampai mati "
Remaja; "Hanya itu pak? itu mudah sekali. karena kalau nyali saya punya banyak "
Pak guru tersenyum; "Tapi disini adalah nyali yang sebenarnya dan insyaalloh benar menurut artinya yang sesungguhnya untuk menjadi santri sampai mati "
Remaja; "Maksudnya, pak? "
Pak guru; "Contohnya, ketika adzan berkumandang, maka kalau kamu punya nyali jadi santri sampai mati maka kamu terdiam dan menjawabnya. Contoh lain lagi, kalau kamu punya nyali maka sholat mu itu lima waktu dan bisa kamu tambah dengan sholat sunah minimal 12 rakaat. Dan kalau kamu mampu, bila kamu punya nyali maka kamu suka bersedekah dan membantu orang lain. begitupun juga ketika kamu waktunya mengaji, kalau kamu punya nyali jadi santri sampai mati maka kamu tinggalkan bermainmu lalu berangkat mengaji. Atau kalau kamu melihat orang berbuat kemungkaran maka kalau kamu punya nyali jadi santri sampai mati, kau doakan ia dengan kebaikan, kau tolong ia dengan mencegahnya berbuat kerusakan yang lebih parah dengan nasehat atau teladan kebaikan atau dengan membantu kesulitannya yang menjadi penyebab kemungkarannya. jangan kau memakinya atau bahkan merusak barang-barangnya, karena santri yang punya nyali jadi santri sampai mati itu pasti punya hati dan akal yang bisa membaca ayat-ayat Tuhan didepannya .ia tahu kalau setiap orang yang berbuat dzolim itu belum mendapatkan hidayah Alloh swt dan itu tugas santri yang punya nyali merubahnya dengan contoh yang baik karena Nabi Isa almasih dan Sayidina Ali kw berkata bahwa seseorang itu akan mengeluarkan apa yang disimpannya. kalau kamu mencaci maki bahkan merusak barangnya orang yang dzolim, apa kamu tidak lebih buruk dari mereka? jangankan mengikuti kamu, melihat kelakuanmu saja ia pasti berfikir bahwa dia tidak merasa beda dengan mu kecuali kamu doyan mengaji, pakai sarung dan baju takwa sedang ia tidak. bahkan kamu dicap sebagai preman yang suka memalak mereka dan berbuat onar,dan masih banyak contoh yang lainnya. Jadi kalau kamu sanggup bernyali, maka kamu bisa mengaji disini tanpa kena hukuman,,sanggup??? "
Remaja itu terdiam cukup lama untuk ia berfikir; "Insyaalloh saya akan berusaha sebagai medan jihad saya "
Pak guru; "Alhamdulillah, semoga kamu beruntung ".

Author; pari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar