Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 September 2017

Leluhurmu itu seperti kamu

Mbah yai Husein bercerita bahwa dulu beliau pernah bertanya kepada abahnya yaitu Almaghfurlah Mbah yai Ilyas tentang siapakah kakek buyutnya,dan bagaimana sepak terjangnya. dengan diplomatis mbah Ilyas menjawab, "Nak jangan tanya siapa leluhurmu, karena jagung  akan melahirkan tunas jagung dan tidak akan pernah melahirkan tunas kedelai".
Anda, saya dan semuanya adalah tunas dari pendahulu2 kita yang sepak terjangnya tidak jauh dari leluhur2 kita. kalau hati dan tindak tanduknya kita suka mengaji, menolong orang, mudah tersentuh hatinya, dsb. maka bisa disimpulkan bahwa leluhur2 kita dahulu juga begitu. sebaliknya bila kita suka menfitnah orang, berbuat dzalim, membenci pemimpin rakyat yang baik, maka leluhur2 kita dulu juga seperti itu.
Konon katanya lingkungan lebih mempengaruhi sifat dan sikap kita, padahal darah keturunan lebih mendominasi akan wujud kepribadian kita. berapa banyak orang yang bergaul dilingkungan yang buruk tapi sikap baiknya tidak terkontaminasi bahkan semakin kokoh memberi penerangan pada sekitarnya. dan berapa banyak orang buruk berkumpul dilingkungan orang baik,sikapnya tak berubah bahkan berusaha menularkan sifat buruknya pada orang2 baik.
Lalu bagaimana bila kita punya leluhur2 yang buruk tapi kita ingin memperbaikinya? itu sangat bagus dan kelak anak cucumu akan berterima kasih padamu karena perjuangan mu itu. hanya perjuangan yang bisa kamu lakukan dengan 3 modal:niatlah yang benar, bertindaklah yang benar dan tujuan yang benar.

MtAG'17

Senin, 10 Juli 2017

Kesaktian tukang adzan

Seorang remaja bertanya kepada guru mengajinya, "Pak, apa benar bahwa batas akhir dunia itu tahun 1500 H? bukankah itu sebentar lagi? karena tahun ini kan 1438H? ".sang guru tersenyum, "Subhanalloh, hanya Dia yang tahu kapan kehidupan semesta ini berakhir ".remaja itu berkata, "Saya jadi takut bila mengingat berita itu ".sang guru mengambil nafas panjang, "Bukan kali ini saja berita seperti itu bergulir, sejak dulu sudah pernah tersiar kabar akan datangnya kiamat, lengkap dengan detail tanggal waktunya. yang menyedihkan dari akibat berita itu ada yang bunuh diri massal, ada yang mengungsi di gunung beserta seluruh keluarganya, dsb. pokoknya bikin ketakutan yang hebat dihati manusia. kalau kita sebagai santri yang beriman kepada Alloh swt, maka kita juga percaya dengan adanya hari kiamat. akan tetapi kapan datangnya itu tidak ada yang tahu selain Alloh saja. tetapi Rosululloh saw pernah bersabda bahwa kiamat terjadi di malam jumat dan didahului peristiwa2 besar. dan tidak ada yang mengalami kiamat kecuali orang yang sangat buruk akhlaknya. orang baik semua dimatikan Alloh lebih dulu agar tidak mengalami kengeriannya. dan kamu jangan takut. karena selama ada adzan berkumandang, kiamat tidak akan datang. jadi ,,kita itu harus berterima kasih kepada para muadzin, karena dengan berkat beliau2,kita jadi hidup tenang sampai sekarang. dan apakah kamu tidak ingin ambil bagian dari tugas mulia sebagai tukang adzan? "remaja itu mengangguk semangat. gurupun melanjutkan, "Maka lakukan adzan ketika sholat berjamaah tiba atau ketika kamu sholat sendirian. dan kamu tidak usah repot2 memikirkan kiamat dunia ini. harusnya kamu memikirkan kiamatmu sendiri yang tidak ada tanda2 lebih dahulu ketika datangnya dan tidak permisi bila tiba waktunya serta lebih berbahaya bagi dirimu ".wallohu a'lam.

MTAG'17