Mbah yai Husein bercerita bahwa dulu beliau pernah bertanya kepada abahnya yaitu Almaghfurlah Mbah yai Ilyas tentang siapakah kakek buyutnya,dan bagaimana sepak terjangnya. dengan diplomatis mbah Ilyas menjawab, "Nak jangan tanya siapa leluhurmu, karena jagung akan melahirkan tunas jagung dan tidak akan pernah melahirkan tunas kedelai".
Anda, saya dan semuanya adalah tunas dari pendahulu2 kita yang sepak terjangnya tidak jauh dari leluhur2 kita. kalau hati dan tindak tanduknya kita suka mengaji, menolong orang, mudah tersentuh hatinya, dsb. maka bisa disimpulkan bahwa leluhur2 kita dahulu juga begitu. sebaliknya bila kita suka menfitnah orang, berbuat dzalim, membenci pemimpin rakyat yang baik, maka leluhur2 kita dulu juga seperti itu.
Konon katanya lingkungan lebih mempengaruhi sifat dan sikap kita, padahal darah keturunan lebih mendominasi akan wujud kepribadian kita. berapa banyak orang yang bergaul dilingkungan yang buruk tapi sikap baiknya tidak terkontaminasi bahkan semakin kokoh memberi penerangan pada sekitarnya. dan berapa banyak orang buruk berkumpul dilingkungan orang baik,sikapnya tak berubah bahkan berusaha menularkan sifat buruknya pada orang2 baik.
Lalu bagaimana bila kita punya leluhur2 yang buruk tapi kita ingin memperbaikinya? itu sangat bagus dan kelak anak cucumu akan berterima kasih padamu karena perjuangan mu itu. hanya perjuangan yang bisa kamu lakukan dengan 3 modal:niatlah yang benar, bertindaklah yang benar dan tujuan yang benar.
MtAG'17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar