Jumat, 07 Juli 2017

Berpikir luas

"Pak, sebenarnya saya sudah lama ingin bertemu dengan anda",kata seorang tamu paruh baya kepada seorang guru TPQ. "Alhamdulillah, ada apa kok sampeyan ingin ketemu saya? ",tanya sang guru. "Begini pak, saya ingin berdiskusi dengan anda masalah agama yang telah bapak ajarkan kepada murid2 bapak",ucap sang tamu. sang guru sedikit heran, "Memang kenapa pak, ada yang salah kah? ".sang tamu menjawab, "Kalau salah memang banyak pak. contohnya, anda mengajarkan untuk membaca rotib, tahlil, maulid, thoriqoh,kepada murid2 anda. bukankah semua itu bid'ah karena tidak pernah dicontohkan Nabi? sedang bid'ah itu sesat".sang guru terkejut, ia tidak bisa menjawab pertanyaan sang tamu. ia mulai gemetar sampai keluar keringatnya. dengan terbata-bata,"ma.. af, ba.. pak.., i.. ni.. se.. orang  us... ustadz... ya...,kok... bisa.. me.. menyebut.. i.. tu... bid'ah? ".sang tamu nyengir tersenyum, "Wah, ketahuan dah. betul, saya seorang ustadz penegak sunah, bahkan saya pernah mengajar di masjidil haram".sang guru tambah deras keringatnya mengucur, "A.. pa..???Mas... masjidil haram???sub.. subhanalloh...., maafkan saya pak,sa...ya.. ini ti.. dak.. punya ilmu se.. seluas.. panjenengan ".sang guru tampak makin gelisah ditempat duduknya. ia salah tingkah antara malu dan tolol. sang tamu melihat gelagat guru TPQ yang kata orang kharismatik itu, senyum2 sendiri. hanya dengan satu pukulan saja sudah KO, maklum,,cuma guru TPQ .keciiilll...
Tamu itu berkata, "Makanya pak kalau tidak ada ilmu jangan mengajar yang aneh2,bid'ah lagi. sudah kurang ilmunya, mengajar anak2 berbuat sesat,antum mau menanggung dosanya?. kalau belum tahu tanya pada orang yang berkompeten seperti saya contohnya. jangan tanya pada ustaz kacangan yang kurang ngerti sunah".sang guru manggut2,"Nggeh, nggeh... "."kalau bertanya pada ustadz gak bener, tambah keblinger antum",ucap si tamu sambil tertawa kecil. sang guru TPQ melongo melihat tamu didepannya.melihat mimik sang guru yang tampak kelihatan dungu si tamu malah tertawa cukup keras.
lalu sang guru bertanya dengan tenang "maaf ustadz.tadi anda bilang anda penegak sunah".
sang tamu menjawab "iya betul sekali ".sang guru melanjutkan ucapannya "penegak sunah itu semua perbuatannya berkiblat pada perbuatan Rosululloh .apakah dulu Nabi ketika bertemu orang bodoh seperti saya maka beliau akan menertawakannya seperti anda menertawakan saya?,apakah dulu Rosululloh pernah berkata bahwa beliau lebih alim dari pada Nabi2 Alloh yang lain sebagaimana anda merasa lebih
tahu dari ustadz2 yang lain? apakah seorang guru TPQ seperti saya ini tidak akan pernah lebih berilmu dari pengajar di masjidil haram seperti anda ini? sebagaimana kata hati sampeyan berbicara? tolong tunjukkan dalilnya ".sang tamu terkejut. ganti ia yang tidak bisa berkata.
Sang guru bertanya "apa antum sudah menikah?,umur berapa nikahnya ".sang tamu menjawab, "sudah,umur 27".sang guru tertawa keras sekali, sang tamu sampai tersinggung, mukanya memerah. "Yaa Alloh mas, gak usah belagu. lha wong sampeyan ini ahli bid'ah juga kok sama seperti saya. Nabi kan menikah umur 25,kenapa tidak sampeyan tiru? bid'ah kan sampeyan".sang tamu menjawab "tapi itu kan memang kehendak Alloh".sang guru menjawab,"itulah kelemahan sampeyan. sampeyan berusaha menegakkan sunah tapi lupa dengan sunattulloh. alih2 sampeyan mengagungkan sunah, padahal sampeyan itu mengagungkan pengetahuan sampeyan sendiri tentang sunah.itu bisa dilihat, anda akan selalu merasa lebih pandai dari orang lain,benarkan?.anda pernah dekat dengan ka'bah, tapi anda tidak pernah belajar pada ka'bah ".si tamu berkata "apa maksud anda? ".sang guru menjawab,"kita sholat menghadap ka'bah, kita menghormatinya, memulyakannya. kenapa?? karena itu perintah Alloh dan tuntunan Rosul-Nya. padahal itu cuma batu. kalau orang yang tidak tahu,umat agama lain misalnya.maka mereka menyangka kita ini menyembah batu. sebagaimana sampeyan yang tidak tahu menganggap sesat membaca rotib, tahlil,dsb padahal itu perintah Alloh dan tuntunan Rosul-Nya karena ada dzikirnya disitu. dan kalau tidak tahu, ya harus belajar. bukan kesana kemari memvonis kami sesat. kalau Rosululloh tidak pernah mencontohkan, bukan berarti itu perbuatan sesat selama itu tidak berhubungan dengan ibadah yang telah dibakukan seperti sholat, dsb.tetapi diluar itu boleh kita menciptakan hal2 baru.misalnya, sholat dengan membawa dompet penuh uang didalamnya,itu boleh. kalau anda sedikit2 bid'ah, maka setiap sebelum sholat seharusnya semua uang dalam dompet anda itu harus diinfakkan sebagaimana yang Nabi lakukan dulu. sebab beliau secara otomatis tidak akan khusyuk sholat bila disaku atau dirumahnya tersimpan uang atau harta lain sebelum beliau sedekahkan semuanya.anda seperti itu? "si tamu menggeleng. sang guru menjawab, "Anda ahlu bid'ah,dan menurut anda sendiri, anda sesat!!! ".

MTAG"17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar