Kamis, 01 Desember 2016

Jangan melihat dhohirnya (Mbah Kholil, Bangkalan)

Awal tahun 1900an, ada seseorang yang tinggal di Surabaya tidak percaya sama sekali dengan kewalian -kewalian. ia mengingkari semua keajaiban yang dianugerahkan Alloh swt kepada para waliNya.beberapa temannya yang bercerita tentang kewalian Mbah Kholil, Bangkalan pun ia sanggah. tapi kemanapun ia pergi, selalu saja ia mendengar cerita tentang kekeramatan mbah Kholil. lama kelamaan ia pun penasaran juga. ia memutuskan untuk pergi membuktikan kewalian Mbah Kholil. setelah menyeberang selat madura, sampailah ia dipondok Mbah Kholil menjelang magrib. ia pun bermaksud melaksanakan sholat di musholla pondok. ia tidak tahu wajah Mbah Kholil seperti apa. setelah mencari tahu, ia mendapat jawaban bahwa yang akan memimpin sholat magrib adalah Mbah Kholil sendiri. maka masuklah ke mihrab seorang tua bertubuh sedikit kurus dan tinggi berjubah serta berimamah putih dengan suara bariton, ia mulai memimpin jamaah sholat magrib. orang dari Surabaya itu mengambil tempat di barisan paling belakang.

Tetapi ketika Mbah Kholil membaca AlFatihah ,kedengarannya kurang fasih. pemuda itu terkejut karena hampir semua bacaan Mbah Kholil salah semua. dalam hatinya ia berkata, "Wali kok AlFatihah nya salah semua ".

Semilahirokmanirokim
Alkamdulillahirobilngalamin
Arokmanirokim
...
...
...
...waladnootniiiiitt

Semua jamaah menjawab,, Aamiin...
kecuali orang dari Surabaya. ia semakin kesal dengan Mbah Kholil. ia benar-benar semakin tidak percaya dengan adanya wali. maka ia mufarroqoh (memisahkan diri) dari jamaah dan mendirikan sholat magrib sendiri. karena sudah malam ia berencana kembali besok pagi dan menginap di musholla pondok tanpa ingin menemui Mbah Kholil. ketika sholat Isya' ,tanpa menunggu Mbah Kholil mengimami sholat lagi. bergegas ia mengerjakan sholat Isya' sendirian.

Keesokan harinya ia pun berangkat pulang. saat melewati sebuah sungai kecil yang jernih, hatinya tergerak untuk mandi sebentar di sungai itu. ketika pakaiannya ia lepas, menceburlah ia ke sungai. airnya terasa segar hingga ia merasa betah berendam di sungai itu. setelah dirasa cukup berendam, ia pun berniat keluar dari air. tetapi alangkah terkejutnya ia karena melihat seekor harimau yang besar sedang menduduki pakaiannya. dengan rasa takut ia mencoba mengusir harimau dengan berbagai cara. tetapi setiap usaha yang dilakukannya tidak membuat harimau itu terusik atau pergi. malahan semakin tampak marah sambil mengaum dengan membuka mulutnya lebar-lebar. orang itu tampak lebih ketakutan karena bisa saja harimau itu melompat ke air lalu menerkamnya. ia mulai melafalkan berbagai doa yang ia hafal sampai membaca ayat-ayat Alquran dengan suara fasih. tetapi tetap saja tidak mampu mengusir harimau itu.

Karena lama di dalam air,ia menggigil kedinginan. dengan putus asa ia berdoa, "Yaa Alloh, bila Mbah Kholil benar-benar waliMu sudah barang tentu AlFatihahnya bisa mengusir harimau ini ".ia pun membaca AlFatihah sebagaimana Mbah Kholil membacanya. ketika sampai bacaan, waladnooniit....
di luar dugaan, harimau itu lari terbirit birit ketakutan. setelah dirasa harimau itu sudah jauh, bergegas ia naik lalu memakai pakaiannya lalu kembali menuju pondok Mbah Kholil. baru saja ia menginjak halaman pondok, tiba -tiba dari arah pondok Mbah Kholil menyapanya dengan suara keras sambil melambaikan tangan kanannya, "Halo orang Surabaya, bagaimana waladnootniit nya? ".mendengar itu, buru-buru ia berlari lalu mencium tangan Mbah Kholil sambil meminta maaf. Mbah Kholil berkata, "Jangan memperhatikan dhohirnya saja, perhatikan juga batinnya".

Sesuatu yang kelihatan lucu, kelihatan sepele, kelihatan hina.bisa saja suatu saat nanti bagi Alloh swt dan abdi-abdinya yang sholeh sesuatu yang besar dan berharga.

Wallohu a'lam

Author:pari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar