Senin, 12 September 2016

INGIN KASYAF



Seseorang bertanya kepada Kyai Slamet, “ Gus, bagaimana sih caranya agar saya bisa melihat hal-hal ghaib ?” Kyai Slamet tertawa kecil, “ Buat apa ?”. Orang itu menjawab “ Ya biar seperti Wali-walinya Alloh itu Gus. Mungkin dengan hal itu saya bisa menolong masalah-masalah yang dihadapi orang lain”. Kyai Slamet terdiam, bergumam lalu manggut-manggut sendiri kemudian ia menatap orang dihadapannya dari atas ke bawah lalu dari bawah ke atas “ Baiklah, karena yang sampeyan minta itu penglihatan. Maka mata sampeyan harus dilatih dulu ”. kata Kyai Slamet. Orang itu heran “Maksudnya gimana, Gus ?”. Kyai Slamet menerangkan, “ Kalau ada orang lain tertimpa musibah, mata sampeyan harus benar-benar melek (mebuka mata) lalu segera merespon untuk menolongnya semampu sampeyan, ingat !! harus ikhlas”. Orang itu dengan wajah berseri-seri, “ Cuma itu, Gus ?”. Kyai Slamet tersenyum “ Iya, Cuma itu !”.

AHLI THORIQOT PELUPA, ITU WAJAR !!!



Beberapa hari ini, Kyai Slamet dilanda kegusaran. Ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya, akhir-akhir  ini ia sering lupa pada sesuatu yang ia hafal dan kenal sebelumnya. Untuk mengingat sesuatu, ia harus menunggu sejenak dan berusaha dengan keras agar ia mengingat nama atau hal-hal yang ia maksud tersebut.
Agar tidak berlarut-larut dan menjadi bebannya, Kyai Slamet pun sowan (datang ) kepada gurunya, Ki Bagus Burhan. diruang pendopo yang tidak terlalu besar, Kyai Slamet duduk tawadlu dihadapan gurunya dan mengutarakan masalahnya. Ki Bagus, dengan tenang dan penuh perhatian mendengarkan Kyai Slamet mengutarakan persoalannya. Lalu Ki Bagus bertanya “ Sejak kapan kamu mengalami ini ? ” Kyai Slamet menjawab “ Seingat saya, tidak lama setalah baiat Thoriqoh, mulai terbiasa melafalkan asma-asma Alloh, Awalnya lisan, lalu batin saya mulai ikut menyebut-menyebut Nama-nama Alloh. Mulanya saya menguasai dzikir-dzikir itu, tetapi lama-kelamaan saya rasakan dzikir-dzikir itu yang menguasai saya. Lambat laun saya rasakan, kok sekarang saya menjadi pelupa ”. Ki Bagus Burhan bertanya “ Maaf nak, namamu siapa ? ” Kyai Slamet tersentak “ Lho Ki Bagus ini bagaimana, saya sudah nyantri 10 tahun pada Ki Bagus, kok Ki Bagus masih belum hafal-hafal kalau nama saya Slamet ?’ Ki Bagus menjawab “ Jangankan kamu yang baru 10 tahun ngaji padaku, Met. Dulu Syekh Abu Yazid Al Bisthami pun juga lupanama santrinya padahal sudah belajar selama 25 tahun. Si santri protes dengan sikap Syekh Abu Yazid, tapi apa yang dikatakan Syekh Abu Yazid ? “Nak, ketika nama Alloh terpatri kedalam hatiku, semua nama-nama selain nama-NYA keluar dalam hati dan ingatanku ”. Kyai Slamet melongo, ia terdiam seribu bahasa. Ia mengingat apa yang dikatakan gurunya tersebut memang sama persis dengan yang dialaminya. Ki Bagus berkata “ Nak, Ahli Thoriqoh itu ahli menyebut-nyebut nama Alloh,  jadi wajar kalau ia pelupa dengan hal-hal selainNYA.

Senin, 22 Agustus 2016

Tentang MT Al Awwabin Gedeg

Assalammualaikum Wr.Wb

Apa Itu Mt Al Awwabin ???
Majelis Ta’lim Al Awwabin Gedeg Mojokerto adalah sebuah Pondok yang sederhana namun berkualitas ( Pokoknya TOP BGT ) yang terletak di Jl. Magersari-Ngareskidul No.78, Gedek, Mojokerto, Jawa Timur 61351, Indonesia. Majelis Ta’lim Al Awwabin Gedeg Mojokerto berdiri sekitar tahun 2010. Nama Al Awwabin Sendiri mempunyai arti yaitu orang yang kembali (kembali kepada Allah ). Contohnya begini kalau kita ingin berbuat jahat kepada orang lain maka kita akan ingat kepada Allah dan tidak jadi melakukan tindak kejahatan. Itu adalah makna singkat dari kata Awwabin. Kalau dijelaskan secara rinci pasti akan panjang, jadi singkat saja yaa…
Tempat untuk mengaji sangat sederhana dan meniru bangunan zaman dahulu yang terbuat dari kayu. Tapi jangan salah tempat ini sangat nyaman banget, bisa dianggap kayak rumah sendiri deh. Selain itu sistem pembelajarannya juga TOP BGT. Di Majelis Ta’lim Al Awwabin Gedeg Mojokerto dibawah bimbingan dari Pak Ari dan istrinya yang bernama Bu Heni. Beliau sangat baik dan mendidik murid-muridnya menjadi orang cerdas yang berakhlak baik. percuma kalau cerdas tapi akhlaknya buruk, lebih baik tidak cerdas tapi akhlaknya bagus. tapi lebih baik lagi kalau menjadi cerdas dan akhlaknya juga baik. Di MT. Al Awwabin dibagi menjadi 2 fase pembelajaran. yang pertama kami menyebutnya "Ngaji_Sore" yang diikuti oleh anak-anak yang duduk dibangku TK dan SD. sedangkan fase kedua yaitu "Ngaji_Malam" yang diikuti oleh anak remaja SMP dan SMA. dimulai pukul 17.30. kenapa demikian ? karena sang Guru mendidik untuk displin waktu. Biasanya anak remaja selalu bermain tidak tau dan pulang pada waktu maghrib sehingga Ngaji malam dimulai pukul 17.30 agar disiplin.

Kontak

Telp : +62 815-5324-323
Email: mt.alawwabin.gedeg@gmail.com
Fb : https://www.facebook.com/MT-Al-Awwabin-Mojokerto-1075874322466743/

Sistem Kepengurusan
Hai sobat bloggers, artikel kali ini membahas tentang sistem kepengurusan MT. Al Awwabin Gedeg tahun 2016.  MT. Al Awwabin Gedeg di bimbing oleh Guru Pak Ari dan Bu Heni. beliau dibantu oleh Mas Rizky yang menjadi lurah atau ketuanya yang pendiam dan polos, tapi jangan diremehkan karena dia sangat tegas dan bertanggungjawab. Jabatan \Sekretasis dipegang oleh Mas Fahmi yang bertugas sebagai juru tulis, ketik-mengetik dan menyimpan file-file penting  MT. Al Awwabin. selanjutnya si hitam manis yang cekatan dan jujur dalam bidang keuangan yaitu Mas Ibram menjabat sebagai Bendahara. Di MT. Al Awwabin jabatan Zawiyah atau bagian yang mengurus segala keperluan yang dibutuhkan dalam pembelajaran dan sekaligus mengurus pondok. jabatan ini dipegang oleh Trio unyu-unyu yaitu Mas Arip sebagai ketuanya dan dibantu oleh Mas Dafa dan Mas Syifa'. Jabatan Al Khoir dipegang oleh Mas Bayu yang tugasnya berbuat kebaikan, selalu menolong. jika murid-murid MT. Al Awwabin kesulitan maka Al Khoir siap membantu. Untuk Thoriqoh di pegang oleh Mas Ainul yang tugasnya menyimpan file-file Thoriqoh. kemudian bagian Humas dipegang oleh 3 F yaitu Mas Feri, Mas Fikri dan Mas Falag tugasnya memberikan informasi pada masyarakat dan berhubungan dengang masyarakat secara langsung. Jabatan ILMA ( I Love My Al Qur'an ) dipegang oleh Mas Ryan. terakhir adalah Mbak Vina yang bertugas sebagai Penasehat dan mengawasi jalannya kepengurusan serta mempertimbangkan kepeutusan dalam MT. Al Awwabi.
Sekian pembahasan sistem kepengurusan MT. Al Awwabin Gedeg ini.

Jumat, 19 Agustus 2016

Pesan


3 Golongan yang pada hari kiamat berada diatas bukit pasir terbuat dari Kasturi yang semerbak baunya. Mereka tidak dipusingkan oleh perhitungan amal dan tiadak tersentuh oleh kepanikan sampai selesai pengadilan terhadap semua manusia yaitu     :
1. Orang yang membaca Al Qur’an karena mengharap Ridho Allah Ta’ala.
2. Orang yang diberi cobaan kemiskinan di dunia tetapi hal tersebut tidak membuatnya sibuk sehingga melalaikan amal akhirat.
3. Orang yang mengumandangkan adzan untuk sholat.


4 Perkara yang harus dilakukan dan 4 perkara yang harus dijauhi agar lolos dari siksa kubur.
4 Perkara yang harus dilakukan      :
1. Rajin Sholat
2. Bersedekah
3. Membaca Al Qur’an
4. Banyak Bertasbih
4 perkara yang harus dijauhi
1. Dusta
2. Khianat                                                                                                                         
3. Fitnah
4. Kencing Berdiri

2 Golongan yang tidak bisa mencium bau surga   :
1. Golongan laki-laki yaitu laki-laki yang mempunyai cambuk yang digunakan untuk mendzalimi orang lain, maksudnya orang yang merasa tinggi ( orang kaya ) dan menyuruh-nyuruh dengan paksa kepada orang yang rendah ( miskin ).
2. Golongan Perempuan yaitu Perempuan yang memakai baju yang sangat minim, ketat dan pres badan serta kalau jalan pantantnya diegol-egolkan


Ilmunya Syekh Abdul Qodir Al Zaelani
1.     Jika beliau melihat anak kecil, beliau berkhusnudzon dan berkata “ Kalau dia ( anak kecil) meninggal bersamaan dengan diriku, maka anak kecil itu akan selamat sedangkan aku belum tentu ”.
2.      Jika beliau melihat anak remaja yang nakal, beliau berkhusnudzon dan berkata “ Kalau anak remaja itu sudah tua, pasti dia akan berakhlak baik sedangkan aku belum tentu ”.
3.      Jika beliau melihat orang yang sudah tua ( sepuh ), beliau berkhusnudzon dan berkata “ Kalau beliau akan meninggal, pasti dia bertaubat sedangkan aku belum tentu ”.
Inti dari cerita ini yaitu kita harus berprasangka baik ( Khusnudzon ) kepada siapapun karena semua yang kita lihat belum tentu benar. Untuk itu jangan berprasangka buruk kepada siapapun.

Buka Bersama

       
Assalammualaikum Wr. Wb
Alhamdulillahi Robbil Alamin dibulan Ramadhan ini banyak sekali bekah dan rezeki sehingga di Majelis Ta’lim Al Awwabin gedeg dapat mengadakan acara buka bersama ( BUKBER ) yang dilaksanakan pada tanggal 29 juni 2016. Alhamdulillah Ini adalah BUKBER yang ketiga kalinya, setelah sekian lamanya kami menunggu akhirnya terlaksana juga. Santri-santri yang hadir sekitar 30 ekor.  Hehehe..... Mereka sangat gembira buangett. Cara berbuka di Majelis Ta’lim Al Awwabin gedeg meniru cara berbuka Nabi Muhammad SAW.  Ada 3 cara pertama makan kurma dengan jumlah yang ganjil, kedua minum air putih, ketiga makan makanan yang manis-manis. Kemudian sholat maghrib berjama’ah, selanjutnya makan makanan ringan. Untuk makanan yang berat2 ( seperti nasi yaa bukan besi dan kawan2nya). Hehehe... itu setelah sholat tarawih. Ingat jangan langsung minum es saat berbuka karena tidak baikuntuk kesehatan, sebaiknya minumlah es setelah sholat tarawih. Ini adalah Dokumentasi BUKBER di Majelis Ta’lim Al Awwabin gedeg.












Karomah Menulis Silsilah Thoriqoh

Pada tanggal 29 Juni 2016, Majelis Ta’lim Al Awwabin megadakan ngaji diwaktu subuh. Untuk ngaji subuh ini tidak sembarang santri Majelis Ta’lim Al Awwabin boleh mengikutinya. Santri harus memenuhi syarat agar bisa mengikutinya yaitu harus ikut sholat dhuha berjama’ah pada tanggal 28 juni 2016. Memang terlihat sepeleh, tapi banyak santri yang tidak memenuhi syarat tersebut. Hanya sedikit santri yang lolos untuk mengikuti ngaji subuh. Santri yang lolos harus berkumpul di Pendopo Majelis Ta’lim Al Awwabin pukul 04.10 WIB. Setelah itu Sang Guru kami menulis menuliskan Silsilah Thoriqoh Qadriyah Wa Naqsyabandiyah. Sebelumnya Istri Guru kami pada jam tersebut sedang ke pasar membeli ikan dan sayuran untuk menu BUKBER nanti sore. Setelah Guru kami selesai menulis Silsilah Thoriqoh Qadriyah Wa Naqsyabandiyah, kemudian Istri Guru kami pulang dari pasar dengan barang belanjaannya tersebut. Setelah itu ikan tersebut ditaruh dekat tempat mencuci piring untuk dibersihkan. Kemudian ada seekor kucing yang masuk rumah dan melihat ikan sekantong plastik itu. Anehnya kucing tersebut tidak mencuri ikan itu malahan kucing itu mencari tikus padahal tikusnya tidak ada. Biasanya kucing itu suka mencuri ikan-ikan yang ditaruh detempat cuci piring. Jika kucing itu memakan ikan tersebut maka dipastikan nanti tidak jadi menyiapkan menu BUKBER. Itulah karomah menulis Silsilah Thoriqoh Qadriyah Wa Naqsyabandiyah.